Anak Laki Bungsu

Setiap hari gue sadar dan belajar bahwa ternyata gue adalah anak laki bungsu paling beruntung.

Nggak semua anak laki-laki punya bapak yang marah besar, sampai bawa pecut, rotan, atau batang singkong buat gebuk anak laki-lakinya ketika tau ia sedang main di tempat rental PS, karena bapaknya tidak mau anaknya tertular pergaulan yang kurang tepat di sana. Nggak semua anak laki-laki punya bapak yang ketika anaknya ikut festival sepeda hias, dia bersedia standby di samping anaknya sepanjang jalan dan tak menghiraukan rasa malunya, karena pedal sepeda yang anaknya naiki rusak, gampang copot, sehingga sesekali harus membantu memasangnya kembali.

Nggak semua anak laki-laki punya ibu yang tetap tersenyum meskipun anak laki-lakinya dengan tidak sengaja ‘nembak‘ karet gelang ke mata ibunya. Anak laki-lakinya tau itu sakit. Nggak semua anak laki-laki punya ibu yang tetap sabar dan lagi-lagi tersenyum meski harus menempuh jarak yang jauh untuk mengantar tiket bus anak laki-lakinya yang ketinggalan di rumah.

Nggak semua anak laki-laki punya kakak perempuan yang pintar, bijak dan mau repot, bahkan rela menunda tawaran menikah karena dia merasa harus ikut mikir nasib adik laki-lakinya yang belum mendapat tempat kuliah. Nggak semua anak laki-laki punya kakak perempuan ketika sudah menikahpun rela berkorban waktu, tenaga, materi (dan skincarenya) untuk adik laki-lakinya, padahal dia sudah punya keluarga kecil baru yang mungkin menjadi terganggu prioritasnya.

Tentu masih banyak cerita-cerita lainnya yang membuat gue merasa jadi anak laki bungsu yang paling beruntung.

Tapi dengan segala keburuntungan tersebut, benarkah gue benar-benar beruntung?

Atau malah jadi bumerang buat gue? maksudnya, bisa aja gue jadi terlena, bisa aja gue menjadi pemalas, bahkan bisa aja gue jadi sombong karenanya.

Tapi jelas tidak ada hubungannya dengan orang tua dan kakak gue, adalah murni kesalahan gue sendiri jika itu semua benar terjadi. Valid bodohnya gue jika gue tidak bersyukur punya mereka.

Dan.. Untuk Ibuk, Bapak, Mbak (jika kalian membaca ini), terima kasih atas segalanya, semoga Allah menjaga kalian. Maaf belum bisa membahagiakan. <3